Belajar filsafat sering terasa harus dimulai dari bangku kuliah saja? sebagian besar universitas top dunia sudah merekam kuliah filsafat mereka dan membagikannya secara gratis lewat YouTube maupun platform lain. Daftar berikut akan merangkum sejumlah jalur belajar filsafat gratis, dari pengantar paling dasar sampai kelas khusus tentang Nietzsche dan Marx. Semua bisa diakses tanpa mendaftar kuliah, tanpa bayar, dan bisa diikuti sesuai kecepatan masing-masing.
Mulai dari Nol: Dua Kursus Pengantar
Kalau belum pernah belajar filsafat sama sekali, dua kursus ini titik awal yang masuk akal. John Sanders dari Rochester Institute of Technology menyusun sepuluh kuliah video dasar yang menjawab pertanyaan paling mendasar: apa itu filsafat, apa yang sebenarnya dipikirkan Socrates dan Plato, dan bagaimana cara berpikir secara filosofis. Anda bisa menonton seluruh rangkaiannya di sini, gratis dan cocok untuk pemula total.
"Hidup yang tidak direnungkan tidak layak dijalani." — Socrates, sebagaimana dicatat Plato dalam Apology
Pilihan kedua datang dari Daniel Bonevac di University of Texas at Austin. Kelas ini juga bersifat pengantar, tapi dilengkapi silabus, slide kuliah, dan tips membaca teks filsafat di rumah. Beberapa kuliah unggulannya membahas Socrates, Plato, dan Buddha Gautama, jadi cakupannya sedikit lebih luas dibanding kursus Sanders. Playlist lengkapnya bisa diakses di sini, dan sama seperti kursus sebelumnya, tidak butuh latar belakang apa pun.
Melihat Filsafat Lewat Sejarahnya
Kalau lebih tertarik pada gagasan besar tokoh-tokoh filsafat daripada cara berfilsafat itu sendiri, dua rangkaian sejarah filsafat ini cocok. Mendiang Arthur Holmes dari Wheaton College merekam kuliah yang mencakup hampir semua pemikir besar Barat, dari Socrates sampai Sartre, termasuk Kant dan Nietzsche di antaranya. Rangkaian kuliahnya tersedia di sini, bisa diikuti sesuai kecepatan sendiri, meski cakupannya cukup padat sehingga ada baiknya mencatat sambil menonton.
Kalau ingin fokus lebih sempit ke era kuno, kelas dari Adam Rosenfeld di University of North Carolina-Greensboro membahas para pemikir yang meletakkan fondasi filsafat Barat, dari filsuf paling awal sampai kaum Stoa. Kanal video kuliahnya bisa ditemukan di sini. Fokusnya bukan cuma siapa memikirkan apa, tapi bagaimana gagasan itu berkembang dari waktu ke waktu dan masih memengaruhi kita sekarang.
Masalah Filosofis dan Cara Berpikir Logis
Dua kursus lain mengajak berpikir lebih teknis. Ceramah audio gratis dari La Trobe University mengangkat pertanyaan konkret macam apakah mesin bisa berpikir dan apakah makan daging itu bermoral, lengkap dengan materi tambahan daring. Topiknya melompat dari perjalanan waktu sampai kehendak bebas. Kelasnya bisa diakses lewat iTunes di sini, cocok buat yang suka masalah filosofis yang terasa dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Sementara itu, kursus Pengantar Logika Simbolik dari John Sanders (RIT lagi) mengajarkan dasar menilai argumen: apa yang membuat sebuah argumen valid, bukti macam apa yang bisa dipakai, dan bagaimana mengubah kalimat biasa jadi persamaan logika. Video kuliahnya ada di sini. Dua kuliah pertamanya bersifat pengantar, jadi tidak perlu pengalaman logika sebelumnya.
Di Luar Filsafat Barat: Filsafat India
Kebanyakan kampus di Amerika Serikat memang berfokus pada filsafat Barat, dan itu membuat banyak lulusan kurang kenal tradisi filsafat separuh dunia lainnya. Kursus dari Profesor Satya Sundar Sethy di Indian Institute of Technology Madras mengisi celah itu lewat 42 video kuliah yang membahas Weda, Upanishad, ajaran Buddha, dan gagasan Jainisme. Materinya bisa diikuti pemula tanpa latar belakang filsafat sebelumnya, dan jadi pintu masuk yang jarang ditawarkan kursus filsafat gratis lainnya. Profil akademik lengkapnya bisa dicek lewat direktori fakultas IIT Madras.
Mendalami Dua Tokoh yang Sering Disalahpahami
Profesor Raymond Geuss dari Cambridge menawarkan dua rangkaian kuliah terpisah untuk membedah dua tokoh yang sama-sama terkenal dan sama-sama sering dikutip orang yang sebenarnya belum benar-benar membaca karya aslinya: Nietzsche dan Marx. Untuk Nietzsche, ia menjelaskan pandangan soal moralitas, konsep baik dan jahat, serta gagasan Kehendak untuk Berkuasa, dengan gaya penyampaian yang cukup energik untuk ukuran kuliah filsafat. Kuliah Nietzsche-nya bisa ditonton di sini.
Untuk Marx, kursusnya memberi pengantar menyeluruh atas ide-ide dan pengaruh pemikirannya, dan tetap bisa diikuti dengan modal pengetahuan dasar saja tentang siapa Marx. Rangkaian kuliah Marx-nya tersedia di sini. Kedua kursus gratis di YouTube dan tidak menuntut latar belakang filsafat, meski keduanya membahas pemikir yang argumennya memang berlapis, jadi jangan berharap selesai dalam sekali duduk.
Kelas Multi-Topik dari Floating University
Pilihan terakhir bukan satu kursus tunggal, melainkan kumpulan kuliah video dari Floating University milik Big Think. Rangkaian ini menghadirkan sejumlah pemikir kenamaan, termasuk Steven Pinker, Michio Kaku, dan Paul Bloom, membahas topik seperti moralitas, metafisika, kehendak bebas dan determinisme, sampai nilai pengetahuan itu sendiri. Seluruh daftar kuliahnya bisa dilihat di sini. Karena disampaikan oleh pembicara yang berbeda-beda, gaya dan kedalamannya juga bervariasi, cocok buat yang ingin mencicipi banyak sudut pandang sekaligus tanpa komitmen ke satu dosen saja.
Jalur-jalur belajar di atas menutupi hampir semua pintu masuk yang biasanya dicari orang yang baru mulai belajar filsafat: pengantar umum, sejarah, logika, tradisi non-Barat, sampai tokoh spesifik yang sering jadi bahan obrolan tapi jarang benar-benar dipahami. Tidak ada satu pun yang menuntut latar belakang formal atau biaya pendaftaran. Yang dibutuhkan cuma waktu luang dan kesediaan menonton sampai selesai, alih-alih berhenti di ringkasan lima menit yang sering beredar di media sosial.

0 Comments: